Yang Menguatkan Tekadku


Putus asa melanda
Tersebab tiada lagi sapa antara kita
Berat, sebenarnya diri tak rela
tinggalkan dia

Lantas, bagaimana bisa ku tahu
kepribadian yang menghias pada dirinya?
Bagaimana pula bisa kau tahu
bahwa ada hati yang menunggu?

Nak, percayalah
Ia punya milyaran cara yang tak kan terduga oleh manusia
Tiada yang sulit bagi-Nya, maka janganlah putus asa dalam berdo’a
Begitulah petuah ibu, yang selalu menguatkan tekadku


#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
#rapel 22 Februari 2018

Keresahan Rasa

Harus bagaimana?
Waktu terus berpacu
Rasa ini pun kian membuncah
Khawatir, bilamana sampai tumpah
Lantaran tak sanggup lagi tertampung tempatnya

Harus bagaimana?
Wajibkah aku berbagi?
Akan rasa yang sejak lama bermukim di hati
Atau, haruskah kudeklarasikan lebih dulu?
Tidak! Tidak! Tidak! Pikirku itu bukan solusi

Lagi pula
Aku hanya sesosok wanita
Berparas nan penampilan biasa
Tak punya pula nyali sebesar Bunda Khadijah
Menanti sajalah, mungkin itu pilihan terbaik saat ini

Salatiga, 23 Februari 2018

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Tak Mudah




 
Kuakui sungguh tak mudah
merawat ini rasa
Yang kian dewasa makin kerap diterpa
oleh banyak asa yang berdatangan
Mempromosikan diri, katanya sempurna

Tak mudah
Membendung seorang diri ini rasa
Sedangkan tak pernah paham
Dalam dadanya adakah rasa serupa
atau justru malah tiada

Meski demikian
Diri selalu berusaha teguh dalam keyakinan
Tak alpa merapal do’a
Jua bersabar dalam penantian
Hingga takdir dan waktu bersegera memutuskan

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5

Nostalgia Masa SMA



Keramaian yang menghias jalanan ibu kota
Tak jauh berbeda 
dengan keadaan dalam tempurung kepala
Pikiranku melesat jauh merobek batas waktu
Demi jumpai kisah di masa lalu

Masa-masa SMA
Canda tawa gerombolan para remaja
berseragam putih-abu-abu
Memadati tepian jalan
Melambai pada si Biru, angkotan kota

Ah, busana kita dulu berbeda
Atasan putih dengan sedikit garis putih-bidong
Berhias dasi yang senada dengan celana
biru dongker warnanya
Macam pakaian para nahkoda

Dulu, berpetualang habiskan waktu selalu bersama
Dari sang surya yang berkuasa
Hingga bulan dan gemintang yang gantikan posisinya
Dari mata terbuka
Hingga lelah mengatup

Kini kekisah itu tinggal ingatan
Tiga belas manusia yang dulu adalah kita
Tak lagi berkumpul dalam satu ruang yang sama
Demi meraih janji manis kehidupan
Kami rela korbankan banyak hal

Kawan ketahuilah
Betapa raga ini ingin memeluk kalian
Kelak semoga kita dipertemukan
Dengan masing-masing menggenggam
Cita yang didambakan

Salatiga, 20 Februari 2018

#OneDayOnePost
#ODOPbatch5
#Spesial tulisan ini kupersembahkan untuk kawan-kawanku yang jauh di sana :)