Berawal Dari Mimpi




((Part One))

          Kamu percaya? Selama sebuah impian tersimpan dalam hati, kelak, di waktu yang tak pernah kita terka ia kan menjadi realita. Gadis percaya. Karena ia membuktikannya.

          Namun, kali ini ia hanya akan membagi beberapa peristiwa yang teramat mengesankan dan tak terlupakan. 

Sebenarnya, Gadis adalah tipikal anak pemalu, pendiam. Sudah cukup banyak yang mengatakannya. Tetapi, Gadis tak ingin selalu dinilai seperti itu. It’s okay kalau punya ‘malu’. Malah itu wajib. Namun rasa ‘malu’ itu cukup sekedar ‘malu’ jika melakukan kemaksiatan, malu jika menebar aurat, malu jika tidak taat pada-Nya. Gadis tak ingin ‘malu’-nya justru membuat orang lain merendahkan dirinya. Membuat orang mengatakan bahwa Gadis itu tak berguna, tak bisa diandalkan. Tidak.

Demam panggung. Iya, Gadis tipikal pekerja di balik layar. Ia lebih suka mencurahkan apa saja melalui tulisan. Kemampuan public speakingnya belum memadai. Padahal kata guru BK-nya dulu, Gadis itu sebenarnya cerewet. Bahkan beliau menyarankan agar kelak Gadis menjadi seorang da’iyyah. Tetapi, entahlah. Hehe.

Ah ya, kembali ke topik awal. Kali ini Gadis akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya yang semua itu bermula dari ‘mimpi dalam hati’.  

((Mewakili Komunitas Rumah Jodoh dalam Acara Workshop KPPA))